Jumat, 12 April 2019

AKSI MOGOK MAKAN DRIVER ONLINE JOGJA-JAWA TENGAH


Selasa 09 April 2019 Driver Online Yogyakarta- Jawa Tengah melakukan aksi mogok makan di depan kantor PT.Gojek Indonesia Yogyakarta. Aksi di mulai dari kantor Grab Yogyakarta sampai Kantor PT. Gojek Indonesia yang di lanjutkan dengan mogok makan. Rabbu 10 April 2019 aksi mogok makan masih saja berlanjut karena tuntutan massa aksi tidak di penuhi oleh PT.Gojek Indonesia. Aksi mogok makan ini di pelopori oleh Front Indonesia( Independent Driver Online Indonesia) , perwakilan yang melakukan mogok makan adalah Presiden dan Wakil Presiden Front Indonesia.
Aksi mogok makan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap praktek penindasan yang di lakukan oleh PT. Gojek Indonesia dan Grab. Aksi mogok makan ini adalah murni aksi yang lahir dari keresahan para Driver-driver online Jogja – Jawa Tengah
Nurahok , Kordinator lapangan Aksi mogok makan, yang di temui di sela-sela aksi menyampaikan, aksi ini di lakukan oleh Front Indonesia ( Independent Driver Online Indonesia), yang beranggotakan 3000 se Yogyakarta – Jawa Tengah. Target kami melakukan aksi ini adalah sampai tututan kami terpenuhi, karena ini menyangkut dengan hidup dan mati kami. Ketika masalah ini tidak di selesaikan maka kami akan kehilangan sumber kehidupan kami. Yang kami rasakan selama ini adalah kesewenang-wenangan dari pihak aplikator, latar belakangnya adalah perjanjian kemitraan yang di buat secara sepihak oleh aplikator (PT.GOJEK INDONESIA DAN GRAB), para driver tidak pernah di berikan ruang untuk berpartisipasi. Inilah sebuah bentuk ketidakadilan, ini adalah sebuah sistem yang menindas, padahal orang tertarik pada dirver online ini karena iming-iming dari perusahaan dengan dalil kemitraan, pendapatan yang bagus, namun pada kenyataanya justru mereka yang lebih di untungkan.

Restu, salah satu perwakilan dari KPBI (Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia) Yogyakarta, yang juga terlibat aksi, menegaskan bahwa, aksi ini sebagai tindak lanjut dari aksi yang pertama 8 maret 2019, aksi di laksanakan karena tuntutan aksi sebelumnya tidak di gubris oleh PT.Gojek Indonesia dan Grab. Sudah ada pertemuan dengan pihak wali dan PT.Gojek Indonesia, namun tetap saja pihak PT.Gojek Indonesia tidak pernah memenuhi tututan para driver. Aksi ini terpusat di Kantor PT. Gojek Indonesia. Harapan kedepan karena mau memasuki hari buruh International, perlu memperkuat solidaritas antara sesama para driver online seluruh Indonesia dan Seluruh rakyat tertindas Indonesia.

Sabar Gimbal , Presiden Front Indonesia (Independent Driver Online Indonesia), menyampaikan pada saat konfrensi pers, hari ini kami akan menyampaikan bentuk ketidakadilan yang di lakukan oleh PT.Gojek Indonesia dan Grab, yang mana tututan kami yang sudah di serahkan namun mereka masih menjawab dengan retorika-retorika palsu, saya buktikan dilapangan bahwa yang mereka lakukan hanya untuk menindas mitranya. Apa yang di lakukan oleh pihak perusahaan online ini, adalah merupakan bentuk monster kapitalis yang paling dahsyat dan mengerikan. Presiden RI harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan, karena ini bukan hanya masalah Driver online Yogyakarta – Jawa Tengah, tapi ini masalah rakyat seluruh Indonesia. Kita semua Driver online Indoensia akan kehilangan lapangan pekerjaan, karena saat ini PT. Gojek Indonesia dan Grab, telah bekerja sama dengan Astra, dan kami mensenyalir ini merupakan grandesain untuk menghabisi kami semua. Jika tuntutan kami tidak di penuhi makan aksi ini akan berlanjut.

Tuntutan Aksi :
1.      Pemuktahiran/Pemutihan Akun Driver PT.GI
2.      Hapuskan Sistem dan Alokasi Order
3.      Kembalikan Jumlah Point Skema Intensif Untuk Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah
4.      Meninjau Ulang Perjanjian Kemitraan Untuk Lebih Berlandaskan Kesetaraan dan Keadilan


Reportase
Ali Akbar Muhammad
(Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)

Senin, 08 April 2019

Kaum Muda Jangan Jadi Aktifis Magang


Sejarah dunia adalah sejarah kaum muda jika kaum muda mati rasa maka matilah semua bangsa
(Pramoedya Ananta Toer)

Kaum muda adalah orang yang masih produktif serta mempunyai semangat dan cita-cita untuk masa depan yang lebih baik. Rata-rata usia produktif dari kaum muda ini 15-64,sehingga dalam setiap perubahan maupun perkembangan sejarah dunia selalu kaum muda mengambil peran penting. Selain itu banyak kaum muda yang menjadi tokoh maupun pemimpin di berbagai belahan dunia, ini menunjukan bahwa peran kaum muda sangat di perhitungkan.

Siapa yang tidak kenal Karl Marx sosok kaum muda pembawa perubahan bagi kaum proletar seluruh dunia, menentang kapitalisme sehebat-hebatnya hingga akhir hidup. Semangat muda beliau ini kemudian mengalir kepada seluruh kaum tertindas seluruh dunia. Sosok kaum muda selanjutnya adalah Semaoun dia bersal dari Nusantara, atau saat ini yang di kenal dengan Indonesia. Pada masa hidupnya harus di perhadapkan dengan tindasan kolonialisme –Imprealisme, pada usia 15 tahun beliau sudah terlibat dalam aktifitas oragnisasi, politik gerakan menentang kolonialisme, pada usia selanjutnya beliau  memimpin pergerakan pemogokan buruh kereta di semarang dan menjadi pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pertama. Sosok kaum muda satu ini dia seorang perempuan bernama Kartini, semangat muda menentang feodalisme dan kolonialisme pada masa mudanya. Ketiga sosok kaum muda mempunyai semangat dan konsisten hingga akhir hidup mereka tetap menentang penidasan manusia atas manusia. Serta masih banyak lagi sosok kaum muda yang mengambil bagian dalam perjuangan perubahan dunia.

Revolusi di berbagai penjuru Negara ,  kaum muda selalu mengambil peran penting dalam proses perubahan tersebut. Revolusi borjuasi 1945 Indonesia kaum muda menjadi salah satu  yang menentukan dalam kemerdekaaan. Malapetaka 1965 merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia , kaum muda juga mengambil posisi terhadap malapetaka tersebut serta ikut terlibat bersama militerisme dan Imprealisme untuk menggulingkan presiden Soekarno. Perjuangan meruntuhkan tembok militersime Soeharto, Mei 1998 kaum muda juga menentukan sikap serta mempelopori hingga melahirkan Orde Reformasi .

Kondisi ekonomi-politik kapitalisme membuat kemiskinan semakin meningkat,distribusi kekayaan tidak merata,PHK terus bergulir,pendidikan semakin mahal dan tidak ilmiah,penggusuran dan perampasan tanah semakin massif serta masih banyak lagi. Keresahan ini juga banyak terjadi di kalangan  kaum muda, ada hal yang sering di keluhkan oleh kaum muda adalah soal lapangan pekerjaan. Keresahan dan kebingungan bercampur aduk hingga membentuk karakter kaum muda di era Reformasi ini, ketika di amati banyak sekali kaum muda yang kerjaannya hanya selfi, ada juga kerjaannya cumin jalan-jalan, bahkan ada juga yang kerjaanya cuman tidur aja, karena saking resah dan bingungnya. Tak hanya itu banyak kaum muda yang di PHK, harus putus sekolah, harus kehilangan tanah dan lain sebagainya.

Tapi tidak semua kaum muda yang menyerah pada hidup, sebagian kaum muda memilih jalan berorganisasi serta berjuang bersama rakyat menentang segala bentuk penindasan manusia terhadap manusia. Katakan saja mereka kaum muda yang selalu melakukan aksi-aksi demonstrasi, advokasi persoalan rakyat, hingga berbagai cara yang lain. Namun ada fenomena  yang sangat brengsek dari sebagian kaum muda, pada saat menjadi seorang  mahasiswa selalu terlibat dalam perjuangan rakyat serta sering melakukan krititk terhadap kapitalisme, Negara ,pemerintah,partai-partai politik. Namun ketika lulus kuliah malah  menjadi bagian dari apa yang semasa menjadi mahasiswa menjadi bahan kritikannya (penindas). Fenomena ini dinamakan  aktifis magang, semasa menjadi mahasiswa belajar bagaimana advokasi rakyat,hidup bersama rakyat,belajar teori revolusioner, kemudian selesai kuliah  dipakai untuk  menindas rakyat, silahkan cek teman atau bahkan orang terdekat para pembaca pasti banyak sekali orang seperti ini. Manusia seperti ini yang di sebut dengan manusia penjilat.

ALAM
(Devisi, Pendidikan Organisasi Dan Perluasan, Cakrawala Mahasiswa JOGJA)

Rabu, 13 Februari 2019

CMY Mengutuk Keras TIndakan Represi Aparat Kepolisian Terhadap Buruh AMT dan Buruh Freeport!


CMYNews – SIKAP Cakrawala mahasiswa Jogjakarta   Mengutuk dan Mengecam keras tindakan Represif yang di Lakukan oleh Negara lewat Aparatusnya terhadap buruh Awak Mobil Tanki Pertamina dan buruh Freeport.

Buruh AMT #1905AMTPERTAMINA adalah  korban PHK sepihak yang di lakukan oleh salah satu Perusahan BUMN PT. PERTAMINA PETRA NIAGA, Sedangkan Buruh Freeport #8300 adalah korban PHK sepihak yang di lakukan oleh PT FREEPORT.

Buruh AMT dan buruh Freeport telah berbulan-bulan berada di jakarta dan membangun tenda di seberang Istana untuk menuntuk keadilan agar di pekerjakan kembali, berbagai upaya telah di lakukan, sampai bertemu dengan presiden. Namun tidak pernah di selesaikan oleh Negara.

Tepat pada Hari Rabbu 13 Februari 2019. Jam 18.00 Buruh AMT dan Buruh Freeport beserta Istri dan anak-anak mereka keluar di Jalan raya untuk menghadang iringan mobil Yang di naiki oleh Presiden Jokowi, namun tepat pada jam 22.00 WIB para buruh di bubarkan secara paksa serta mendapatkan tindakan represi oleh aparat kepolisian. Tenda dihancurkan, 2 ibu pingsan, 2 bapak kakinya terkilir dan beberapa ditangkap polisi.

Solidaritas Rakyat Indonesia Untuk Venezuela

CMY NEWS -  Selasa 12 Febuari 2018, Puluhan Rakyat Indonesia dan West Papua di Yogyakarta , Menggelar aksi longmarc dari Parkiran Abubakar Ali - Titik 0 Km Malioboro. Puluhan massa ini tergabung dalam Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Venezuela. Aksi di mulai pada 12.00 WIB.

Aksi ini di lakukan untuk mengecam dan mengutuk keras tindakan Intervensi  dan upaya kudeta yang di lakukan oleh Imprealisme AS dan sekutunya terhadap Pemerintahan bolivarian Venezuela dan Presiden terpilih Nicholas Maduro, serta Memberikan Solidaritas terhadap Rakyat Bolovarian Venezuela yang sedang mempertahankan kedaulatan. Dalam perjalanan longmarc massa aksi meneriakkan Hands Off Venezuela, serta menyayikan lagu-lagi perjuangan. Aksi ini pun mendapat sorotan dari berbagai masyarakat di sepanjang Malioboro.

Marlen selaku Kordum, dalam orasi politiknya menyampaikan , bahwa upaya kudeta ini mengingatkan kita pada Kudeta 1965 yang di lakukan oleh Militer dengan dukungan Imprealisme, terhadap Pemerintahan Orde lama Soekarno, yang berakibat pada malapetaka pembantaian jutaan rakyat Indonesia. Hal serupa pun terjadi di Chile pada tahun 1973 yang mana kudeta juga di lakukan oleh militer dengan dukungan Imprealisme terhadap Presiden sosialis Salvador Alende. Rakyat Venezuela punya pengalaman mempertahankan kedaulatan, sebelumnya di tahun 2000 upaya kudeta pernah di lakukan oleh militer Venezuela dengan dukungan Klas borjuis Venezuela serta Imprealisme AS dan sekutunya, namun Kudeta ini hanya berlangsung selama 48 jam, Pemerintahan bolivarian dan Presiden Hugo Chaves berhasil di kembalikan oleh mayoritas rakyat Venezuela.

Selasa, 15 Januari 2019

Mengecam Tindakan Pembungkaman Ruang Demokrasi Yang Dilakukan Oleh Pihak Birokrasi Kampus Universitas Almaata Yogyakarta



UUD 1945, yang memuat beberapa ketentuan tentang penghormatan HAM warga negara. Sehingga pada praktek penyelenggaraan negara, perlindungan atau penjaminan terhadap HAM dan hak-hak warga Negara (citizen’s rights) atau hak-hak constitusional warga Negara (the citizen’s constitusional rights) dapat terlaksana.

Hak-hak warga negara (citizen’s rights) yang di atur negara meliputi (a) Hak untuk hidup; (b) Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan; (c) Hak mengembangkan diri; (d) Hak memperoleh keadilan; (e) Hak atas kebebasan pribadi; (f) Hak atas rasa aman; (g) Hak atas kesejahteraan; (h) Hak turut serta dalam pemerintahan; (i) Hak wanita; dan (j) Hak anak. Pada poin (h) secara nyata Negara memberikan pengakuan kepada setiap warga Negara untuk ikut serta dalam pemerintahan yakni adanya hak politik, meliputi hak memilih dan dipilih.
Surat himbauan yang di keluarkan oleh pihak birokrasi kampus Universitas Almaata Yogyakarta, telah mencederai demokrasi serta telah melanggar Undang-undang dasar 1945 mengenai hak-hak warga negara. Apa yang di lakukan oleh pihak birokrasi kampus ini merupakan bentuk dari politik orde baru. Padahal kita tau secara bersama semangat reformasi adalah memberikan ruang demokrasi bagi rakyat, selama 32 tahun orde baru berkuasa tidak ada ruang demokrasi bagi rakyat.  Maka perjuangan mahasiswa bersama rakyat hingga berhasil melahirkan reformasi 1998 adalah bentuk dari perjuangan membuka ruang  demokrasi bagi rakyat serta menjadikan kampus sebagai ruang ilmiah , tradisi kritis, serta memberikan kebebasan mahasiswa untuk berekspresi di kampus.
Kampus tak lagi Memiliki Tradisi Ilmiah
Pendidikan adalah jalan pembebasan, jalan menuju peradaban manusia yang lebih baik, serta jalan untuk membuka akses hidup layak. Olehnya, kebebasan berfikir , berkreasi dan menyampaikan  pendapat menjadi basis dasar sarta tradisi yang harus diciptakan untuk menuju peradaban manusia yang lebih baik.
Tindakan-tindakan kekerasaan, kriminalisasi serta  pembungkaman aspirasi mahasiswa selalu menjadi tontonan yang mengerikan yang dipertunjukkan Negara dan kampus dalam menanggapi protes-protes mahasiswa. Kampus yang seharusnya menunjukkan sebuah peradaban yang demokratis,  diubah menjadi intitusi yang menghancurkan sebuah kebebasan mahasiswa dalam berdemokrasi.
Sementara kebebasan mimbar akademik, otonomi keilmuan dan kebebasan menyampaikan pendapat, kebebasan berekspresi,  tak ubahnya menjadi sebuah aturan normatif yang selalu dilanggar kampus melalui tindak-tindak kekerasaan, kriminalisasi,pelarangan yang diintruksikan oleh Pejabat kampus. Kebebasan-kebebasan yang ada di kampus menjadi simbolis semata, untuk menunjukkan seakan-akan kampus memainkan peran untuk menegakkan demokratisasi. Ternyata kebebasan-kebebasan dalam mengekspresikan keilmuan dan aspirasi mahasiswa, selalu dihambat dengan tindakan-tindakan baja dan kejam dari pihak kampus.

Surat himbauan yang di keluarkan oleh birokrasi kampus Universitas Alma ata Yogyakarta sebagai bentuk telah matinya tradisi ilmiah di kampus dan sebagai bentuk pembungkaman ruang demokrasi di kampus. Maka dari itu kami Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta Menutut :

1.Hapus Seluruh Aturan Kampus Universitas Almaata Yang Membungkam Ruang Demokrasi Bagi Mahasiswa
2. Lawan Pembungkaman Ruang Demokrasi Di Kampus