Selasa, 20 Agustus 2019

Neneku Seorang Pelaut



Nusantaraku kemana mana

Madagasgar katanya?

Kebun kembang wangin alam

 

Maritim kata kau?

Pulau samudera indah?

Orang orang membuat kapal dari sini hingga Afrika

 

Wahai maritim

Hay madagasgar

Engkaulah guru seluruh dunia

Engkau ada di tanah ini

 

Nusatara ? Apa Indonesia?

Ha ha ha maritime kata kau

Madagasgar katanya

 

Kasihku iya sekarang seperti lilin

Gunung api yang lama mati

Seperti lilin dibakari

 


Air yang dimasaki

Profit yang dieskploitasi

Selangkangan yang dihisapi

Seperti semesta yang di kapitalisasi

 

Kekasihku !

Aku ingin menemukan rumah perdamaian

Aku ingin bersama kau dalam damai kasih dan cinta

Tapi kini hilang sirna


Haji Limbong

Yogyakarta 19 Agustus 2019

 

Sabtu, 03 Agustus 2019

Kaum Muda Berogranisasi Belajar dan Berjuang Bersama Rakyat

Cakrawala Mahasiswa JOGJA
“Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.” Pramoedya Anata Toer
Haii Haii !!! ðŸ‘‹ Apa kabar bro/sis/cin/say? ðŸ¤—
Bosen ga sih setiap hari kuliah, dan diperhadapkan dengan mata kuliah yang tidak menyentuh persoalan rakyat. Apalagi dosen yang selalu saja menganggap diri paling benar, bukankah kaum muda butuh kebebasan, masikah kita hanya menjadi mahasiswa yang kupu-kupu(kuliah pulang- kiuliah pulang), mahasiswa kura-kura (kuliah rapat-rapat), ya elah apalagi kampus yang selalu membatasi mahasiswa untuk merokok, berpakaian bebas, bahkan kita sebagai mahasiswa tidak bisa menetukan kebijakan kampus padahal mahasiswalah sumber keuangan kampus bukan? Ya pasti kita semua bosen.
Belum lagi biaya kuliah yang setiap tahunnya semakin mahal, tapi kita mahasiswa dipaksa untuk lulus dengan cepat, dengan IP 3.00 di paksa harus membuat tugas setiap hari, apakah pendidikan hanya mengajarkan kita untuk menjadi robot? Tidak pendidikan sejatinya adalah membebaskan manusia dari belenggu kebodohan. Pendidikan harusnya memanusiakan manusia, tetapi apa yang terjadi mahasiswa hanya diarahkan lewat kurikulum yang tidak ilmiah untuk menjadi buruh-buruh murah dan tidak ada jaminan lapangan pekerjaan, ekspektasi kuliah untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik hanyalah bayang-bayang yang sangat menakutkan. Negara melepaskan tanggung jawabnya dari pendidikan, orang tua kita dipaksa untuk menanggung beban tersebut namun di lain sisi, politik upah murah terus dimasifkan, tidak ada kepastian lapangan pekerjaan, penggusuran tanah semakin massif, sumber daya alam yang seharusnya bisa mensejahterakan rakyat, kini hanya dikuasai segelintir orang.
Lantas apa yang harus kita perbuat?
Saat ospek berkumandang diseluruh kampus mahasiswa disuguhkan dengan kata-kata motivasi bahwa “Mahasiswa adalah agen perubahan” namun pada kenyataan mahasiswa hanya menjadi barang dagangan dan kampus menjadi seperti perusahaan yang siap memproduksi barang-barang murah yang siap dilemparkan ke pasar neoliberalisme.
Namun situasi ini tidak bisa dibiarkan karena sejarah telah mencatat bahwa kaum muda mengambil peran penting dalam perubahan sejarah artinya bahwa situasi tersebut bisa di rubah, asalkan mahasiswa berani keluar dari tembok-tembok kampus yang memenjarakan pemikiran kritis dengan mencari sekolah-sekolah alternatif yang mampu membukan Cakrawala Mahasiswa agar mampu merubah keadaan yang ada.
Untuk itu kami Cakrawala Mahasiswa JOGJA mengajak kawan-kawan untuk terlibat dalam Sekolah Mikir VII (Militan dan Kritis) yang akan dilakasanakan pada 27-29 sepetember 2019 di Yogyakarta, bagi kawan-kawan yang mau terlibat silahkan menghubungi kontak yang tersedia.

Bagi kaum(Mahasiswa) muda yang ingin terlibat ataupun bergabung, silahkan masukan :
1. Nama :
2. Kampus :
3. Fakultas :
4. Jurusan :
5. TTL :
6. Alasan Terliibat Sekolah Mikir :
7. Hobby :
8. Apa yang ada minati dengan agenda CMY :
A. Aksi
B. Pengorganisiran
C. Diskusi
D. Kreatifitas
E. Pengajar Sanggar Kasih Ibu (Anak)

Info Pendaftaran :
Instagram : corong_kaummuda 
Whassap : 082113944017 ( CMY KOTA)
081342017096 (CMY BABARSARI)
081392532080 (CMY Univ. Almaata)

Kamis, 02 Mei 2019

Pernyataan Sikap KAMRAT (Komite Aksi Mayday Untuk Rakyat)




Pernyataan Sikap KAMRAT (Komite Aksi Mayday untuk Rakyat) mengutuk penghadangan, pemukulan, dan perusakan perlengkapan aksi oleh aparat Kepolisian Resor Kota Yogyakarta terhadap massa aksi KAMRAT  dalam memperingati Hari Buruh Internasional dan 56 Tahun Aneksasi West Papua. Yogyakarta, 1 Mei 2019.

Kebebasan dalam berekspresi dan menyatakan pendapat di Indonesia kembali tercoreng. Rabu, 1 Mei 2019 aliansi KAMRAT Yogyakarta yang hendak melakukan aksi memperingati Hari Buruh Internasional dan 56 Tahun Aneksasi West Papua mendapatkan represi Kepolisian Resor Kota Yogyakarta.

KRONOLOGI LENGKAP





Pukul 07.00 WIB, massa aksi berkumpul di titik kumpul (Asrama Kamasan) mempersiapkan perlengkapan aksi.

Pukul 09.45 WIB, Massa Aksi bersiap, berbaris keluar Kamasan dan berniat melakukan Long March menuju Titik Nol KM Yogyakarta.

Pukul 10.00 WIB, Kapolresta Yogyakarta, Armaini, menghalangi massa aksi yang hendak bergerak ke Titik Nol, dengan alasan ada massa tandingan dari ormas Paksi Katon dan FJR. Kapolres khawatir akan terjadi gesekan, dan bersikeras agar Massa Aksi KAMRAT berpindah lokasi aksi.

Pukul 10.10 WIB, Negosiator, Korlap Aksi dan pendamping hukum dari LBH Yogyakarta melakukan perundingan dengan Kapolres agar Massa Aksi tetap bisa bergerak menuju Titik Nol KM.

Pukul 11.00 WIB, Perundingan berjalan alot dan akhirnya massa aksi berkompromi akan berpindah titik aksi ke Monumen Tugu Jogja, namun hal itu juga tidak diterima oleh pihak kepolisian. Mereka memaksa agar aksi dilakukan di Balaikota Yogyakarta.

Pukul 11.15 WIB, Massa aksi bersepakat untuk membangun barisan lagi dan tetap mencoba bergerak keluar Kamasan, namun massa aksi dihadang, di dorong, lalu dipukuli oleh Sabhara.


Pukul 12.00 WIB, Saling dorong terus terjadi, dan massa aksi berhasil menerobos barikade Sabhara di pagar Kamasan, namun Polisi memblokade jalan Kusumanegara menuju Titik Nol dengan truk polisi. Saksi mata melihat Polisi bernama Armaini juga melakukan perusakan terhadap Ampli mobil komando KAMRAT.

Pukul 12.15 WIB, Saling dorong kembali terjadi dan pemukulan semakin brutal. Polisi mulai menembakan gas air mata sehingga massa aksi berhamburan masuk kembali menuju Asrama.

Pukul 13.00 WIB, Massa aksi mengatur barisan lagi di dalam asrama.
 
Pukul 13.30 WIB, Massa Aksi mencoba keluar lagi, namun kembali massa aksi direpresi dan dipukuli.

14.00 - WIB, Massa aksi tetap melakukan aksi, menyampaikan orasi politik di depan asrama Kamasan.

15.30 WIB, Aksi berakhir dengan membacakan pernyataan sikap.

Korban pemukulan:
1. Jhon Nawipa (21) luka di bibir dan jidat
2. Gasrul (22) ditendang di kemaluan
3. Junior Ireuw (19) Luka di leher
4.Wahyu (20) Dipukul dan dicekik leher
5. Yoseph Sakof (21) Luka di tangan
6. Yulianus degei (21) luka robek di hidung
7. Fabby Pigome (22) Luka di kaki (tulang  kering), dan jidat.
8. Remis Praha 20 Luka di bibir
9. Aris Yeimo 32 Luka di Jidat
10. Imam 21 Luka di Kaki

11. Ali (25) Luka di leher dan pelipis
12. Fatihah (18) Luka di kaki

Kerugian Materil:
1. Ampli Mobil komando dirusak Polisi.

Atas segala tindakan represi aparat kepolisian terhadap massa aksi KAMRAT, maka kami menyatakan sikap:

1. Mengutuk keras segala bentuk tindakan pemberangusan demokrasi yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota Yogyakarta beserta seluruh jajarannya.
2. Mengecam penghadangan dan pemukulan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Resor Kota Yogyakarta
3. Mengecam perusakan terhadap perlengkapan aksi oleh Kapolres Yogyakarta, Armaini.
4. Mengajak seluruh seluruh elemen gerakan demokrasi untuk membangun kekuatan dan merebut kembali demokrasi.


KAMRAT (Komite Aksi Mayday Untuk Rakyat)

Cakrawala Mahasiswa JOGJA
PEMBEBASAN
AMP
PLUSH

Jumat, 12 April 2019

AKSI MOGOK MAKAN DRIVER ONLINE JOGJA-JAWA TENGAH


Selasa 09 April 2019 Driver Online Yogyakarta- Jawa Tengah melakukan aksi mogok makan di depan kantor PT.Gojek Indonesia Yogyakarta. Aksi di mulai dari kantor Grab Yogyakarta sampai Kantor PT. Gojek Indonesia yang di lanjutkan dengan mogok makan. Rabbu 10 April 2019 aksi mogok makan masih saja berlanjut karena tuntutan massa aksi tidak di penuhi oleh PT.Gojek Indonesia. Aksi mogok makan ini di pelopori oleh Front Indonesia( Independent Driver Online Indonesia) , perwakilan yang melakukan mogok makan adalah Presiden dan Wakil Presiden Front Indonesia.
Aksi mogok makan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap praktek penindasan yang di lakukan oleh PT. Gojek Indonesia dan Grab. Aksi mogok makan ini adalah murni aksi yang lahir dari keresahan para Driver-driver online Jogja – Jawa Tengah
Nurahok , Kordinator lapangan Aksi mogok makan, yang di temui di sela-sela aksi menyampaikan, aksi ini di lakukan oleh Front Indonesia ( Independent Driver Online Indonesia), yang beranggotakan 3000 se Yogyakarta – Jawa Tengah. Target kami melakukan aksi ini adalah sampai tututan kami terpenuhi, karena ini menyangkut dengan hidup dan mati kami. Ketika masalah ini tidak di selesaikan maka kami akan kehilangan sumber kehidupan kami. Yang kami rasakan selama ini adalah kesewenang-wenangan dari pihak aplikator, latar belakangnya adalah perjanjian kemitraan yang di buat secara sepihak oleh aplikator (PT.GOJEK INDONESIA DAN GRAB), para driver tidak pernah di berikan ruang untuk berpartisipasi. Inilah sebuah bentuk ketidakadilan, ini adalah sebuah sistem yang menindas, padahal orang tertarik pada dirver online ini karena iming-iming dari perusahaan dengan dalil kemitraan, pendapatan yang bagus, namun pada kenyataanya justru mereka yang lebih di untungkan.

Restu, salah satu perwakilan dari KPBI (Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia) Yogyakarta, yang juga terlibat aksi, menegaskan bahwa, aksi ini sebagai tindak lanjut dari aksi yang pertama 8 maret 2019, aksi di laksanakan karena tuntutan aksi sebelumnya tidak di gubris oleh PT.Gojek Indonesia dan Grab. Sudah ada pertemuan dengan pihak wali dan PT.Gojek Indonesia, namun tetap saja pihak PT.Gojek Indonesia tidak pernah memenuhi tututan para driver. Aksi ini terpusat di Kantor PT. Gojek Indonesia. Harapan kedepan karena mau memasuki hari buruh International, perlu memperkuat solidaritas antara sesama para driver online seluruh Indonesia dan Seluruh rakyat tertindas Indonesia.

Sabar Gimbal , Presiden Front Indonesia (Independent Driver Online Indonesia), menyampaikan pada saat konfrensi pers, hari ini kami akan menyampaikan bentuk ketidakadilan yang di lakukan oleh PT.Gojek Indonesia dan Grab, yang mana tututan kami yang sudah di serahkan namun mereka masih menjawab dengan retorika-retorika palsu, saya buktikan dilapangan bahwa yang mereka lakukan hanya untuk menindas mitranya. Apa yang di lakukan oleh pihak perusahaan online ini, adalah merupakan bentuk monster kapitalis yang paling dahsyat dan mengerikan. Presiden RI harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan, karena ini bukan hanya masalah Driver online Yogyakarta – Jawa Tengah, tapi ini masalah rakyat seluruh Indonesia. Kita semua Driver online Indoensia akan kehilangan lapangan pekerjaan, karena saat ini PT. Gojek Indonesia dan Grab, telah bekerja sama dengan Astra, dan kami mensenyalir ini merupakan grandesain untuk menghabisi kami semua. Jika tuntutan kami tidak di penuhi makan aksi ini akan berlanjut.

Tuntutan Aksi :
1.      Pemuktahiran/Pemutihan Akun Driver PT.GI
2.      Hapuskan Sistem dan Alokasi Order
3.      Kembalikan Jumlah Point Skema Intensif Untuk Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah
4.      Meninjau Ulang Perjanjian Kemitraan Untuk Lebih Berlandaskan Kesetaraan dan Keadilan


Reportase
Ali Akbar Muhammad
(Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)

Senin, 08 April 2019

Kaum Muda Jangan Jadi Aktifis Magang


Sejarah dunia adalah sejarah kaum muda jika kaum muda mati rasa maka matilah semua bangsa
(Pramoedya Ananta Toer)

Kaum muda adalah orang yang masih produktif serta mempunyai semangat dan cita-cita untuk masa depan yang lebih baik. Rata-rata usia produktif dari kaum muda ini 15-64,sehingga dalam setiap perubahan maupun perkembangan sejarah dunia selalu kaum muda mengambil peran penting. Selain itu banyak kaum muda yang menjadi tokoh maupun pemimpin di berbagai belahan dunia, ini menunjukan bahwa peran kaum muda sangat di perhitungkan.

Siapa yang tidak kenal Karl Marx sosok kaum muda pembawa perubahan bagi kaum proletar seluruh dunia, menentang kapitalisme sehebat-hebatnya hingga akhir hidup. Semangat muda beliau ini kemudian mengalir kepada seluruh kaum tertindas seluruh dunia. Sosok kaum muda selanjutnya adalah Semaoun dia bersal dari Nusantara, atau saat ini yang di kenal dengan Indonesia. Pada masa hidupnya harus di perhadapkan dengan tindasan kolonialisme –Imprealisme, pada usia 15 tahun beliau sudah terlibat dalam aktifitas oragnisasi, politik gerakan menentang kolonialisme, pada usia selanjutnya beliau  memimpin pergerakan pemogokan buruh kereta di semarang dan menjadi pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pertama. Sosok kaum muda satu ini dia seorang perempuan bernama Kartini, semangat muda menentang feodalisme dan kolonialisme pada masa mudanya. Ketiga sosok kaum muda mempunyai semangat dan konsisten hingga akhir hidup mereka tetap menentang penidasan manusia atas manusia. Serta masih banyak lagi sosok kaum muda yang mengambil bagian dalam perjuangan perubahan dunia.

Revolusi di berbagai penjuru Negara ,  kaum muda selalu mengambil peran penting dalam proses perubahan tersebut. Revolusi borjuasi 1945 Indonesia kaum muda menjadi salah satu  yang menentukan dalam kemerdekaaan. Malapetaka 1965 merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia , kaum muda juga mengambil posisi terhadap malapetaka tersebut serta ikut terlibat bersama militerisme dan Imprealisme untuk menggulingkan presiden Soekarno. Perjuangan meruntuhkan tembok militersime Soeharto, Mei 1998 kaum muda juga menentukan sikap serta mempelopori hingga melahirkan Orde Reformasi .

Kondisi ekonomi-politik kapitalisme membuat kemiskinan semakin meningkat,distribusi kekayaan tidak merata,PHK terus bergulir,pendidikan semakin mahal dan tidak ilmiah,penggusuran dan perampasan tanah semakin massif serta masih banyak lagi. Keresahan ini juga banyak terjadi di kalangan  kaum muda, ada hal yang sering di keluhkan oleh kaum muda adalah soal lapangan pekerjaan. Keresahan dan kebingungan bercampur aduk hingga membentuk karakter kaum muda di era Reformasi ini, ketika di amati banyak sekali kaum muda yang kerjaannya hanya selfi, ada juga kerjaannya cumin jalan-jalan, bahkan ada juga yang kerjaanya cuman tidur aja, karena saking resah dan bingungnya. Tak hanya itu banyak kaum muda yang di PHK, harus putus sekolah, harus kehilangan tanah dan lain sebagainya.

Tapi tidak semua kaum muda yang menyerah pada hidup, sebagian kaum muda memilih jalan berorganisasi serta berjuang bersama rakyat menentang segala bentuk penindasan manusia terhadap manusia. Katakan saja mereka kaum muda yang selalu melakukan aksi-aksi demonstrasi, advokasi persoalan rakyat, hingga berbagai cara yang lain. Namun ada fenomena  yang sangat brengsek dari sebagian kaum muda, pada saat menjadi seorang  mahasiswa selalu terlibat dalam perjuangan rakyat serta sering melakukan krititk terhadap kapitalisme, Negara ,pemerintah,partai-partai politik. Namun ketika lulus kuliah malah  menjadi bagian dari apa yang semasa menjadi mahasiswa menjadi bahan kritikannya (penindas). Fenomena ini dinamakan  aktifis magang, semasa menjadi mahasiswa belajar bagaimana advokasi rakyat,hidup bersama rakyat,belajar teori revolusioner, kemudian selesai kuliah  dipakai untuk  menindas rakyat, silahkan cek teman atau bahkan orang terdekat para pembaca pasti banyak sekali orang seperti ini. Manusia seperti ini yang di sebut dengan manusia penjilat.

ALAM
(Devisi, Pendidikan Organisasi Dan Perluasan, Cakrawala Mahasiswa JOGJA)